Tampilkan postingan dengan label Tekhnis Budidaya Tanaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tekhnis Budidaya Tanaman. Tampilkan semua postingan

09 Maret 2015

PEMANGKASAN KOPI



Oleh : Khasril, A 
I. PENDAHULUAN
Manfaat dan fungsi pemangkasan pada tanaman kopi umumnya adalah agar pohon tetap rendah sehingga mudah perawatannya, membentuk cabang-cabang produksi yang baru, mempermudah masuknya cahaya dan mempermudah pengendalian hama dan penyakit.

16 November 2014

Tips Merawat Jambu Madu Deli

Selain terkenal dengan buah durian yang tiada tanding, Sumatera Utara ternyata menyimpan potensi lain dari hasil perkebunannya yakni jambu madu deli.

17 September 2014

Pembibitan Buah Naga Asal Stek di Tanah Bedengan

Ada banyak teknis dalam pembibitan Buah Naga salah satu diantaranya adalah melakukan pembibitan langsung ditanah atau dibedengan. keuntungan dari teknis pembibitan buah naga dibedengan ini diantaranya:

16 September 2014

Penilaian Kesesuaian Lahan Budidaya Kakao


I.              PENDAHULUAN
Kakao (Theobroma cacao, L) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sesuai untuk perkebunan rakyat, karena tanaman ini dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan harian atau mingguan bagi pekebun.

02 Juni 2012

PEMUPUKAN KELAPA SAWIT


*Oleh : Khasril Atrisiandy, SP
A. Latar belakang
Tanah idealnya dapat menyediakan sejumlah unsur hara penting yang dibutuhkan oleh tanaman.
Penyerapan unsur oleh tanaman semestinya dapat segera diperbaharui sehingga kandungan unsur hara didalam tanah tetap seimbang.

16 Maret 2012

PEMBIBITAN JAMUR TIRAM SKALA RUMAH TANGGA



Meskipun secara teoritis dan unsur idealisnya pembibitan dilakukan dengan prinsip mikrobiologi yang aseptis dalam laboratorium, namun tidak tertutup kemungkinan bahwa pembibitan jamur dapat dilakukan untuk skala rumah tangga di dapur.
Ya, dari dapur anda sendiri dapat menjadi pabrik yang merupakan cikal bakal ratusan botol bibit produksi jamur tiram. Kalau dirunut, jika kita berhasil membuat satu saja botol bibit PDA jamur tiram.., kita bisa menghasilkan 30 botol F1 untuk menjadi 1500 botol F2 yang bisa menghasilkan 60.000 baglog jamur tiram.

Hanya saja perlu diingat bahwa prinsip kebersihan dan kehati-hatian tetap menjadi poin penting dalam pengerjaan pembibitan ini. Nah, selanjutnya apa saja yang diperlukan untuk memulai pembibitan jamur dari dapur sendiri?

Yang pertama adalah pembuatan media agar kentang (PDA). Anda hanya perlu menyiapakan kompor, panci untuk merebus potongan kentang sebanyak 200 gr untuk 1 L media. Setelah itu air rebusan kentang ditambahkan 20 gr gula dan 20 gr agar-agar tanpa warna untuk didihkan kembali.
Setelah mendidih larutan dituang sebanyak 10 ml ke dalam botol  kaca bening bekas obat, madu atau vitamin (Catatan : sebelum dipakai botol dicuci bersih dan dipanaskan dalam air mendidih 10 menit).

Selanjutnya botol disumbat kapas dan alumunium foil atau plastik. Botol botol tersebut kemudian disterilisasi menggunakan panci presto bertekanan. Panci presto ini sama dengan panci presto untuk ayam atau ikan, harga sekitar 300rb tergantung merk. Idealnya menggunakan autoklaf yang harganya mencapai 2 juta untuk spesifikasi standar. Lama sterilisasi media dalam panci presto adalah setelah air dalam presto mendidih dan menghasilkan uap bertekanan yang ditandai panci berbunyi, pertahankan kondisi ini selama kurang lebih 45menit-60menit hingga yakin benar kondisi sudah steril.
Setelah itu, jangan langsung dibuka, biarkan agak dingin dahulu. Keluarkan botol-botol tadi dan letakkan dalam posisi miring/tidur agar cairan bisa melebar dengan tujuan memperluas areal permukaan media. Perhatikan jangan sampai cairan mengenai kapas, karena dapat memicu kontaminasi.


Persiapan Inokulasi PDA :
Yang perlu disiapkan adalah :
1. Ruang inokulasi berupa tempat tertutup dan steril, dapat dibuat dari kayu ukuran 0,7mx2mx0,5m, atasnya diberi kaca. Kondisi dalam dilapisi dengan tripleks melamin putih agar bersih dan steril. Bisa juga menggunakan akuarium bekas yang dimodifikasi.
2. Jarum/pinset dari stainlesssteel
3. Bunsen atau kompor spirtus (dapat di beli di apotek atau membuat sendiri dari tabung wadah kaca yang diberi sumbu)
4. Kapas steril (dapat dibeli di apotek)
5. Korek
6. Alkohol (dapat dibeli di apotek)
7. Gelas steril (cara mensterilkan dengan direbus dalam air mendidih selama 10 menit)

Langkahnya adalah :
1. Semprot kotak inokulasi atau meja inokulasi dengan alkohol, diamkan kurang lebih 20 menit.
2. Masukkan semua alat ke dalamnya.
3. Semprot tangan dengan alkohol.
4. Siapkan jamurnya. Pilih jamur yang berumur 3-4hari, bersih, tidak basah, memiliki batang tunggal yang
5. Nyalakan bunsen, lalu ambil jarum/ganggang stainless tadi dan panaskan ujung ganggang tadi di api bunsen hingga panas dan berwarna merah. Ini gunanya untuk mensterilkan dan membunuh kuman
6. Dinginkan jarum/pinset dan letakkan pada gelas yang bersih dan steril.
7. Sobeklah jamur menurut arah panjangnya, letak spora yang banyak kira-kira di dekat gagang tapi masih di tudungnya.
8. Menggunakan jarum/pinset tadi, ambil potongan kecil dari jamur seukuran kira-kira 2-3mm.
9. Ambil botol PDA dan dekatkan dengan api bunsen, perlahan bukalah kapas (semua proses harus dekat dengan api agar pasti kondisi bebas dari kuman dan bakteri), lalu masukkan potongan jamur tadi ke dalam botol PDA lalu segera tutup dengan kapas steril tadi dan juga dengan plastik dan diberi karet.                                                                                                    10. Letakkan di tempat bersih, sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jika berhasil, seluruh permukaan media dalam botol akan ditumbuhi miselium putih dalam waktu 2 minggu.

PENANGANAN HAMA PENYAKIT PADA JAMUR TIRAM



Persoalan yang tak bisa diabaikan dalam pemeliharaan jamur tiram adalah kontaminasi dan kemunculan hama penyakit.
Ketersediaan nutrisi dan lingkungan tumbuh yang memadai memicu munculnya hama penyakit yang dapat merusak bahkan mematikan  miselium atau tubuh buah jamur tiram itu sendiri. Terdapat 5 media utama yang dapat menyebabkan timbulnya hama dan penyakit : udara, air, tanah, manusia dan bibit.

Bagi sebagian orang, cara yang paling mudah untuk mengatasi serangan hama penyakit adalah dengan menggunakan fungisida, insektisida dan bahan kimia lainnya. Namun, penggunaan bahan-bahan kimia ternyata menimbulkan permasalahan baru, tanaman dalam hal ini jamur tiram menjadi tercemar bahan kimia dan tidak sehat untuk dikonsumsi sehingga dapat menurunkan harga jual
Cara terbaik mengendalikan kontaminasi dan serangan hama melalui tindakan pencegahan.  Ada 5 poin yang harus diperhatikan dalam upaya pencegahan
1. Kelancaran sirkulasi udara
2. Kebersihan air
3. Sterilisasi yang sempurna
4. Kebersihan pekerja
5. Kebersihan lingkungan baik di dalam maupun di sekitar kumbung

Berikut ini dijelaskan beberapa jenis hama yang sering ditemui pada budidaya jamur tiram, serta alternative penanggulangannya

1. Serangga
Lalat dan nyamuk merupakan serangga yang banyak terdapat dalam kumbung yang tidak dipelihara dengan baik. Serangga biasanya masuk bersamaan dengan keluar masuknya pekerja, melalui ventilasi, atau melalui lubang-lubang kecil yang tidak terdeteksi. Kondisi yang lembab ditambah dengan aroma substrat/media log sangat disukai serangga. Serangga akan meletakkan telur-telurnya pada media baglog. Setelah menetas, larva-larva yang tumbuh akan memakan miselium dan tubuh buah jamur tiram sehingga batang jamur tiram berlubang-lubang dan pertumbuhan tubuh buah jamur tiram menjadi terganggu (keriput).
Gb. Jamur rusak karena dimakan larva ulat  
Setelah memasuki fase dewasa aktif (terbang) Serangga akan berpindah ke media log jamur yang masih sehat dan berkembang biak. Demikian seterusnya sehingga dalam periode tertentu bisa menyebabkan kerusakan yang cukup besar. Selain itu, serangga juga biasa berperan sebagai vektor/pembawa  penyakit/virus yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur tiram.
gbr. perangkap serangga
Pencegahan terhadap serangan – serangga ini dapat dilakukan dengan cara memasang kawat kasa berukuran kecil pada bagian ventilasi dan memasang plastik bening pada bagian luar pintu untuk membiaskan cahaya sehingga serangga cenderung menghindar dan menjauh dari kumbung. Bila upaya ini masih kurang, maka dapat dilakukan upaya pengendalian serangga dengan cara memasang perangkap serangga di dalam kumbung berupa lem yang dioleskan secara merata pada lembaran kertas/plastik berwarna kuning. Dapat pula memanfaatkan plastik cup bekas air mineral yang dicat kuning kemudian dilumuri perekat dan sedikit minyak

2. Laba-laba
Laba-laba dapat memakan miselium dan tubuh buah jamur tiram. Selain itu, laba-laba juga dapat menyebarkan spora jamur pengganggu. Pencegahan dapat dilakukan dengan menebarkan serbuk kapur pada permukaan lantai dan dinding kumbung. Jika terdapat sarang laba-laba (biasanya terdapat di sela-sela baglog) maka harus segera dimusnahkan.

3. Cacing
Hama cacing ini biasanya memakan miselium sehingga dapat mengakibatkan jamur tidak tumbuh sama sekali/gagal tumbuh. Hama cacing sangat kecil (±1 mm) dan dapat berkembang biak dengan cepat. Pencegahan hama cacing dapat dilakukan melakukan proses sterilisasi dengan sempurna sehingga telur-telur cacing mati.

4. Siput
Ruang kumbung yang tidak bersih dan  lantai kumbung yang kotor dan becek seringkali mengundang kedatangan siput. Siput akan memakan tubuh buah jamur tiram yang baru tumbuh sehingga pertumbuhan jamur tiram menjadi tidak optimal/rusak. Salah satu cara alami untuk mencegah ataupun mengatasi serangan siput ialah dengan menyemprot  lantai kumbung dan rak dengan ekstrak jarak pagar.

5. Rayap
Cara alami yang bisa diupayakan yaitu dengan menggunakan ekstrak sereh yang disemprotkan ke bagian tanah atau bagian kumbung yang terkena serangan.
Keberadaan ulat dan tungau pada tudung jamur sangat merugikan dan menurunkan nilai jual. Menyemprotkan pestisida tentunya bukan hal bijak, alternatifnya dengan memblender segenggam bawang putih dengan 3 liter air, disaring lalu sarinya disemprotkan ke baglog untuk mengusir gangguan hama tersebut.

Pencegahan Penyakit
Penyakit pada jamur tiram biasanya disebabkan oleh fungi, kapang, bakteri ataupun virus. Secara umum, timbulnya penyakit pada jamur ini disebabkan karena kurang sterilnya proses produksi mulai dari pembibitan hingga inkubasi.
Beberapa jenis penyakit yang umum terdapat pada jamur tiram diantaranya :

1. Trichoderma spp
gbr. baglog yang terkontaminasi
Trichoderma dapat menyebar melalui udara atau terbawa oleh pekerja. Ciri-ciri kontaminasi yang disebabkan oleh jamur ini adalah timbulnya bintik bintik atau noda hijau pada media baglog jamur tiram sehingga pertumbuhan miselium jamur tiram menjadi terhambat. Trichoderma biasanya banyak terdapat pada media log jamur yang telah mati atau pada permukaan tanah. Cara mengatasi masalah ini adalah dengan segera membuang media log jamur tiram yang telah terkontaminasi. Sedangkan pencegahannya dapat dilakukan dengan melakukan sterilisasi/desinfektasi tenaga kerja dan peralatan yang digunakan untuk perawatan kumbung.


2. Mucor spp.
Kontaminasi Mucor ditandai dengan timbulnya noda hitam pada permukaan media baglog. Kontaminasi ini menyebabkan adanya persaingan pertumbuhanMucor dengan miselium jamur tiram. Pencegahan dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah susunan baglog jamur dan mengatur /menurunkan suhu ruangan dengan membuka dan mengatur sirkulasi udara.

3. Neurospora spp
Neurospora dapat menghambat pertumbuhan miselium dan tubuh buah.Neurospora menimbulkan tepung “orange” pada permukaan kapas penyumbat baglog. Pencegahan dilakukan dengan melakukan sterilisasi media baglog dengan sempurna dan mengurangi jumlah susunan baglog jamur tiram.

4. Penicillium spp
Kontaminasi Penicillium ditandai dengan tumbuhnya miselium berwarna coklat /merah tua. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan ruang inkubasi.
gbr. baglog yang terkontaminasi 
Sedangkan untuk mengatasi agar serangan Penicillium tidak menyebar adalah dengan membuang media baglog yang terkontaminasi.


09 Februari 2011

Aneka Kandungan dan Khasiat Jamur Tiram

Pada umumnya orang-orang mengkonsumsi jamur bukan hanya lantaran rasanya yang memang lezat, tetapi juga karena ada alasan lain, yakni manfaat dan khasiat yang terkandung di dalamnya. Dan faktor khasiat dan manfaat inilah yang menjadi prioritas konsumen jamur. Tujuannya tentu saja demi kesehatan tubuh atau hal lain yang berkaitan dengan vitalitas. Tidaklah mengherankan jika berbagai jenis jamur kini menjadi bagian dari menu favorit di sejumlah rumah makan.

Sedangkan kalori yang dikandung jamur adalah 100kj/100 gram dengan 72 persen lemak tak jenuh. Jamur juga kaya akan vitamin, di antaranya B1 (thiamin), B2 (riboflavin), niasin, dan biotin. Untuk mineral, jamur mengandung K, P, Fe, Ca, Na, Mg, Mn, Zn, dan Cu. Serat jamur sangat baik untuk pencernaan. Kandungan seratnya mencapai 7,4- 24,6 persen sehingga cocok untuk para pelaku diet. Menurut hasil riset di Massachusetts University, AS, riboflavin, asam nicotinat, panthotenat, dan biotin (Vit B) yang ada pada jamur masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak. "Pleurotus ostreatus" Senada dengan penelitian tersebut, secara spesifik, Beta Glucan Health Center mengatakan bahwa jamur tiram yang bernama latin Pleurotus ostreatus atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai oyster mushroom mengandung senyawa pleuran yang berkhasiat sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, serta bertindak sebagai antioksidan.

Jamur tiram, di Jepang dikenal dengan sebutan hiratake, mengandung protein 19-30 persen, karbohidrat 50-60 persen, asam amino, vitamin B1, B2, B3, B5, B7, C, mineral Ca, Fe, Mg, K, P, S, dan Zn. Menurut penelitian, kandungan logam yang ada pada jamur tiram masih jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan Fruit Product Order and Prevention of Food Adulteration Act tahun 1954, sehingga aman untuk dikonsumsi. Dari penelitian yang dilakukan Ujagar Group (India) juga dikatakan bahwa jamur tiram memiliki nilai nutrisi yang sangat bagus, di mana 100% sayuran mengandung protein tinggi, kaya vitamin, mineral, rendah karbohidrat, lemak, dan kalori. Selain itu, bagus untuk liver, pasien diabetes, menurunkan berat badan, seratnya membantu pencernaan, antiviral (antivirus), dan antikanker. Nilai tambah lainnya, jamur tiram mudah dimasak dan dicerna dengan rasa yang enak pula.

Dari penelitian lain yang dilakukan Departemen Sains Kementerian Industri Thailand, didapat hasil tentang jamur tiram yang mengandung protein 5,94 persen, karbohidrat 50,59%, serat 1,56 persen, lemak 0,17 persen. Untuk tiap 100 gram jamur tiram segar mengandung 45,65 kj kalori; 8,9mg kalsium; 1,9 mg besi; 17,0 mg fosfor; 0,15 mg vitamin B1; 0,75mg Vit B2; dan 12,40 mg Vitamin C.
Selain itu, jamur tiram juga mengandung asam folat yang cukup tinggi dan terbukti ampuh menyembuhkan anemia.

Kalau kita bandingkan dengan daging ayam yang kadungan proteinnya hanya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, sedangkan karbohidratnya 0,0 gram, dan vitamin C nya 0,0 gram, kandungan gizi jamur tiram masih lebih komplet tentunya. Sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur tiram maupun jamur pada umumnya merupakan bahan pangan masa depan.

Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Bobek (1999) dari Research Institute of Nutrition Bratislava tentang Natural Product with Hypolipemic and Antioxidant Effect, telah dilakukan studi pada sebuah group dengan 57 laki-laki : perempuan = 1:1, usia setengah umur dengan kasus hyperlipoproteinemia. Selama 1 bulan mereka mengonsumsi 10 gram jamur tiram secara teratur. Kesimpulannya, secara statistik sangat menjanjikan yakni kolesterol dan serum turun 12,6 % dan trigliserol turun 27,2 %. Jamur tiram dikatakan mempunyai efek antioksidan dengan turunnya peroksidasi di dalam eritrosit.

Sementara Sejak tahun 1960, para peneliti jamur telah melakukan riset berbagai khasiat jamur. Beberapa tahun terakhir diketahui adanya polisakarida, khususnya Beta-D-glucans yang mempunyai efek positif sebagai antitumor, anti kanker, anti virus (termasuk AIDS), melawan kolesterol, anti jamur, anti bakteri, dan dapat meningkatkan sistem imun. Pada jamur tiram, produk ini disebut sebagai plovastin yang di pasaran dikenal sebagai suplemen penurun kolesterol (komponen aktifnya statin yang baik untuk menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia).
Beta-D-glucans yang ada pada jamur tiram bisa juga diisolasi untuk digunakan dan dicampur pada krim, salep, suspensi, atau bedak untuk perawatan wajah. Formulasi ini ternyata sudah digunakan pada perusahaan kosmetik, (Estee Lauder, Clinique), di mana konsentrasinya 0,5-2 persen. Mekanismenya adalah dengan cara mengikat air sehingga kulit menjadi lembap dan sebagai anti inflamasi. Percobaan terhadap 121 pasien berjerawat kronis, diberikan setiap hari selama 21 hari, hasilnya 73,5 % kondisinya membaik, 18,2 % sembuh total.
(dari berbagai sumber)

27 Maret 2010

PEMBIBITAN BUAH NAGA







Sebelum kegiatan penanaman buah naga dilakukan, bibit harus disediakan terlebih dahulu.
Langkah awal dalam menyediakan bibit adalah pemilihan bibit. Pemilihan bibit ini merupakan faktor yang sangat penting dan cukupmenentukan dalam keberhasilan budidaya tanaman buah naga. Dalam pemilihan bibit, selain memilih jenis atau varietas tertentu, juga memilih kualitas bibit itu sendiri. Untuk lebih memastikan jenis atau varietas serta kualitas bibit yang akan ditanam, sebaiknya dicari dari pembibit yang kredibel dan ahli di bidang pembibitan tanaman buah naga.


Pembibit yang kredibel dan benar – benar ahli di bidangnya biasanya melakukan pemibitan sendiri dari tanaman induk yang benar -benar terjaga keaslian dan kualitasnya. Harganya memang lebih mahal bila dibandingkan dengan bibit yang tak jelas asal usulnya. Tetapi pengaruh dan manfaatnya sangat besar pada proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, termasuk proses pembuahannya. Hal ini cukup penting menentukan keberhasilan budidaya tanaman buah naga.

Bibit dapat diperbanyak dengan cara : Stek dan Biji




Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 – 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir clan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Setelah bibit berumur 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan




Bibit tanaman buah naga yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Keadaan tanaman subur,sehat dan segar.
2. Batang nampak kokoh, bebas hama dan penyakit yang ditandai dengan kulitbatang yang mulus tidak ada cacat bekas serangan hama dan penyakit, atau luka
3. Batang berwarna hijau tua serta ujungnya utuh dan lancip.



Memangkas cabang untuk keperluan stek bibit

Pembibitan buah naga dengan stek





Bibit buah naga asal biji

Bibit buah naga yang akan ditanam, jika didapat dari lokasi yang jauh dan berbeda kondisi agroklimatnya, tidak boleh langsung ditanam. Bibit seperti ini perlu dirawat terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan kondisi yang baru dan untuk menghindarkan dari stres. Bibit yang demikian harus ditampatkan di areal penanaman paling tidak selama satu sampai dua bulan untuk bradaptasi dengan lingkungan yang baru. Perawatan pemupukan perlu dilakukan selama dalam perlakuan tersebut. Pupuk yang digunakan bisa menggunakan pupuk daun dengan kadar N yang tinggi.




Untuk Pelatihan Budidaya Buah Naga, dari persiapan lahan, pembibitan, penanaman dan pasca panen ?
 Hubungi kami :
Balai Pelatihan Pertanian Jambi
Jl. Jambi - Palembang, KM. 16
Pondok Meja, Mestong, Muaro Jambi
Jambi. 
Telp/fax :0741-24088
Anda akan dilatih oleh Widyaiswara para instruktur dan Trainer yang sudah sangat terlatih dan berpengalaman ...



















24 Maret 2010

Mengapa Padi Hibrida Tidak Sesukses Jagung Hibrida ?

Pada waktu hibrida jagung diperkenalkan di Indonesia awal tahun 1984, mula-mula petani agak skeptis mendengar harga benihnya yang lima kali lipat harga benih jagung varietas Arjuna. Namun setelah mereka melihat hasil panennya mencapai 50% hingga 75% di atas hasil varietas Arjuna, petani mulai tertarik untuk membeli benih jagung hibrida dan mencoba menanamnya. Sekarang, setelah sekitar 20 tahun sejak hibrida jagung dikenalkan kepada petani, di sentra produksi jagung, lebih dari 50% petaninya menanam jagung hibrida. Dari penanaman jagung hibrida tersebut, petani dapat menghasilkan 7-9 ton/ha pipilan kering, sedangkan varietas unggul non hibrida hanya menghasilkan 4-5 ton/ha.


Hibrida padi dikembangkan oleh peneliti pemulia tanaman, mengikuti sukses teknologi hibrida pada tanaman jagung. Adalah China yang sejak tahun akhir 1980-an telah berhasil menanam padi hibrida seluas 15 juta ha. Indonesia mulai merintis program penelitian padi hibrida sejak akhir tahun 1985-an, namun program pengembangan varietas unggul non hibrida masih tetap berjalan terus. Hingga kini telah tersedia 17 varietas hibrida padi yang telah dilepas di Indonesia, empat di antaranya hasil penelitian Puslitbang Tanaman Pangan, dan tigabelas lainnya hasil dari penelitian perusahaan benih swasta. Namun di tengah gencar-gencarnya upaya swasembada beras nasional, ternyata respon petani terhadap padi hibrida masih agak pasif. Mengapa respon petani tidak seantusias seperti terhadap hibrida jagung?


Teori Heterosis pada Hibrida

Teknologi hibrida memanfaatkan fenomena aksi gen yang disebut heterosis, yaitu gejala pertumbuhan dan kapasitas produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan non hibrida, yang diakibatkan oleh adanya gen-gen heterozigot ini diketahui pertama kali tahun 1920 pada tanaman jagung di Amerika Serikat. Kebalikan dari heterosis adalah gejala depresi inbreding, yaitu pertumbuhan yang mengerdil, lemah, dan hasil yang sangat rendah, sebagai akibat gen-gen yang homozigot pada tanaman.

Gejala heterosis dan depresi inbreding ini secara nyata terjadi pada tanaman menyerbuk silang (seperti pada jagung), dan kurang nyata terjadi pada tanaman yang cara penyerbukannya tetutup atau ”menyerbuk sendiri” seperti pada padi atau kacang- kacangan. Dari bukti empiris menunjukkan bahwa tanaman menyerbuk silang ”menderita” depresi inbreding bila diserbukkan secara sendiri, tetapi akan memperoleh heterosis yang tinggi. Sebaliknya pada tanaman menyerbuk sendiri, inbreding tidak mengakibatkan ”depresi” atau kemunduran pertumbuhan; tetapi pembentukan hibrida tidak mengakibatkan heterosis yang sangat nyata. Atas bukti empiris tersebut maka untuk tanaman jagung mulai tahun 1920-an telah dibuat varietas hibrida, dan kini benih yang ditanam petani di negara maju hampir 100% adalah varietas hibrida. Petani Indonesia baru mulai mengadopsi penanaman hibrida jagung pada tahun 1985, dan setelah berjalan 20 tahun baru sekitar 25% dari seluruh areal panen ditanami jagung hibrida.


Evolusi Adaptasi Genetik

Tanaman menyerbuk sendiri seperti padi, karena tidak mendapatkan gen-gen baru dari tanaman lain, memiliki susunan gen-gen yang homozigot, yaitu pasangan gen terdiri dari gen-gen yang sama, untuk semua lokus gen. Kondisi homozigot untuk seluruh lokus gen ini telah terjadi sejak beribu-beribu tahun yang lalu, sehingga tanaman menyerbuk sendiri (seperti padi) mengalami ”adaptasi-genetik”, dapat tumbuh normal dalam kondisi homozigot. Apabila di alam terjadi persilangan antar tanaman, maka keturunannya akan menjadi homozigot kembali setelah delapan generasi. Jadi, alam tidak memberikan kesempatan tanaman heterozigot untuk berkembang biak bagi tanaman menyerbuk sendiri. Dalam proses evolusi sepanjang masa, tanaman homozigot yang lemah akan terdesak atau mati, dan yang dapat tetap hidup adalah individu tanaman homozigot yang kuat atau unggul. Dari proses evolusi inilah muncul varietas unggul lokal tanaman padi, kedelai, kacang tanah, kacang hijau dan tanaman menyerbuk sendiri lainnya.

Pemuliaan tanaman padi pada dasarnya menirukan proses evolusi alamiah tersebut, yakni menyilangkan dua atau lebih tetua, membiarkan keturunannya selama enam-delapan generasi agar menjadi homozigot, dan memilih individu tanaman homozigot yang terbaik, untuk diperbanyak benihnya menjadi varietas unggul. Karena susunan gen-gennya yang homozigot, keturunan varietas unggul tanaman menyerbuk sendiri tidak berubah dan tidak bersegregasi, serta tidak mengalami kemunduran genetik, seperti halnya varietas hibrida. Dari uraian tersebut kita ketahui bahwa sebenarnya penanaman varietas hibrida tanaman menyerbuk sendiri (seperti padi, kedelai) adalah tidak sesuai dengan evolusi adaptasi alamiah. Hal ini pulalah nampaknya yang mengakibatkan hibrida padi tidak menunjukkan heterosis yang tinggi, melebihi produktivitas varietas murni non hibrida, seperti varietas Ciherang, IR-64, Membrano, dsbnya. Namun hal ini bukan berarti potensi hasil hibrida padi lebih rendah dibandingkan varietas-varietas murni homozigot tersebut.


Daya Hasil Padi Varietas Hibrida

Di sentra produksi padi Sumatera padi hibrida hanya menghasilkan 5-6,5 ton/ha berdasarkan konversi hasil plot, dan setelah dikoreksi 20% produktivitasnya hanya 4-5 ton/ha gabah kering. Daya hasil hibrida tersebut hanya setara dengan daya hasil varietas murni biasa. Uji daya hasil padi hibrida di sentra produksi padi di Jawa menunjukkan produktivitas yang lebih tinggi, antara 6 hingga 11 ton/ha gabah kering berdasarkan data plot 10 m. Setelah dikoreksi 20% daya hasil padi hibrida menjadi 4,8 hingga 8,9 ton/ha, atau rata-rata 6,6 ton/ha. Daya hasil padi hibrida di Jawa itu pun tidak sangat spektakuler, karena padi varietas murni pun pada kondisi optimal dapat menghasilkan 7-8 ton/ha.

Selain daya hasilnya yang tidak spektakuler sangat tinggi, padi hibrida yang tersedia juga masih memiliki beberapa kelemahan, seperti rasa nasinya yang kurang enak, peka terhadap hama wereng coklat dan penyakit hawar daun (kresek). Untuk mendapatkan produksi yang maksimal, padi hibrida harus ditanam pada tanah yang subur, hara tanah cukup tersedia, dosis pupuk optimal, pengairannya cukup, OPTnya dikendalikan, dan pengelolaan tanaman secara keseluruhan dilakukan dengan baik.


Uraian ini bukan dimaksudkan untuk menghambat penanaman padi varietas hibrida, tetapi agar masyarakat pertanian mengetahui perbedaan kemampuan, daya hasil padi hibrida dengan jagung hibrida. Masyarakat dan pembina pertanian hendaknya juga menjadi lebih paham tentang hibrida padi, sehingga tidak mempunyai harapan yang berlebihan (over-expectation) dalam hal produktivitas padi hibrida. Di bawah ini diberikan saran dan pedoman untuk mempertimbangkan penanaman padi hibrida:


1. Jangan membeli sembarang benih padi hibrida. Tidak setiap padi hibrida hasilnya lebih baik dibandingkan varietas unggul murni (non-hibrida).
2. Benih padi hibrida yang boleh dijual hanyalah yang varietasnya telah dilepas oleh Menteri Pertanian. Kalau ada keraguan, tanyakan ke BPSB (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih) setempat, atau BPTP setempat.
3. Tanyakan apakah varietas hibrida yang akan anda beli/akan ditanam sesuai dengan kondisi agroklimat dan kesuburan tanah anda. Mintakan informasinya ke BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) setempat.
4. Pastikan bahwa pupuk tersedia tepat waktu dan dosis pemupukan optimal/berimbang telah diketahui.
5. Pastikan bahwa air pengairan tersedia cukup dan hama-penyakit-gulma dikendalikan secara optimal.
6. Harap dimaklumi bahwa harga benih padi hibrida sangat mahal dibanding harga benih padi varietas unggul biasa. Oleh karena itu penggunaan benih harus hemat dan efisien, biasanya cukup dengan 15-17 kg benih per ha.

Penanaman padi hibrida (yang unggul) adalah pemanfaatan teknologi yang dapat dinilai aman lingkungan dan tidak menimbulkan polemik pro-kontra seperti pada tanaman transgenik. Untuk penerapannya di lapangan, diserahkan kepada petani, dengan mempertimbangkan tingkat hasil berapa ton yang diinginkan dan seberapa kemampuan petani menyediakan biaya sarana produksi benih dan pupuk.


Permit appearing & posting by : Bayu Nugroho
Sources : Jurnal Manajemen Biologis, sciencedirect.com dan Adaptasi Sumarno, Puslitbangtan, Bogor.

16 Maret 2010

BUDI DAYA KEDELAI





*Oleh : Khasril Atrisiandy, SP


A. Latar Belakang
Kedelai adalah salah satu komoditi pangan utama setelah padi dan jagung. Kedelai merupakan bahan pangan sumber protein nabati utama bagi masyarakat.